Perkembangan Motorik pada Anak Speech Delay

Authors

  • Fina Rohmatika Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Gresik  Indonesia
  • Ayunda Sayyidatul Ifadah Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Gresik  Indonesia
  • Rr.Agustin Lilawati Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Gresik  Indonesia

DOI:

10.37985/jer.v6i4.3102

Keywords:

Perkembangan Motorik, Motorik Kasar, Motorik Halus, Speech Delay

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan motorik kasar dan halus pada anak usia 4–5 tahun dengan speech delay. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satu subjek di TK Muslimat NU 27 Yosowilangun, data dikumpulkan melalui observasi partisipan terbatas, dokumentasi, dan klarifikasi dengan guru, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik anak berada pada kategori Mulai Berkembang, dengan peningkatan yang tampak setelah latihan berulang dan pendampingan guru. Hambatan bahasa memengaruhi pemahaman instruksi, perhatian, dan kemampuan menirukan gerakan, sehingga berdampak pada koordinasi, keseimbangan, dan kontrol motorik halus. Temuan ini menegaskan bahwa speech delay tidak hanya memengaruhi komunikasi, tetapi juga perkembangan motorik, sehingga menekankan perlunya intervensi pedagogis terstruktur, stimulasi motorik, dan penggunaan instruksi visual yang disesuaikan kemampuan anak. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan pemahaman interaksi dinamis antara bahasa dan motorik dalam perkembangan anak usia dini, sekaligus memberikan dasar bagi strategi pembelajaran yang holistik dan responsif terhadap kebutuhan anak dengan speech delay.

References

Adaatul’aisy, R., Puspita, A., Abelia, N., Apriliani, R., & Noviani, D. (2023). Perkembangan kognitif dan motorik anak usia dini melalui pendekatan pembelajaran. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(4), 82–93. https://doi.org/10.47861/khirani.v1i4.631

Dewi, K. N., & Surani, S. (2020). Stimulasi kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan seni rupa. Jurnal Pendidikan Anak, 7(2), 191–195. https://doi.org/10.21831/jpa.v7i1.24447

Fernanda, D. L., Lailin, N., & Ifadah, S. Y. (2024). Studi kasus speech delay pada anak usia 4–5 tahun di TK Aisyiyah Busthanul Athfal 40 PPS. Jurnal JIEEC, 6(2), 85–93. https://doi.org/10.30587/jieec.v6i2.8006

Hartati, S., & Fitria, E. (2017). Peningkatan kemampuan berbicara anak usia 5–6 tahun melalui dongeng di kelompok bermain Az-Zakiyyah. Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1–12. https://doi.org/10.31000/ceria.v5i2.546

Istiqlal, A. N. (2021). Gangguan keterlambatan berbicara (speech delay) pada anak usia 6 tahun. Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 207–214. https://doi.org/10.18860/preschool.v2i2.12026

Jauharoti, A., & Ratna, A. (2020). Perkembangan bahasa pada anak speech delay. JECED (Journal of Early Childhood Education and Development), 2(1), 12–20. https://doi.org/10.15642/jeced.v2i1.572

Kamil, B. (2024). Meningkatkan motorik halus anak melalui kegiatan 3M (mewarnai, menggunting, menempel). Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(4), 1–10. https://doi.org/10.47134/paud.v1i4.670

Khoiriyah, A. A., & Fitriani, D. (2019). Model pengembangan kecakapan berbahasa anak yang terlambat berbicara (speech delay). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 36–45. https://www.neliti.com/publications/187403/model-pengembangan-kecakapan-berbahasa-anak-yang-terlambat-berbicara-speech-delay

Kusyanti, E., & Rakhmawati, E. (2019). Upaya meningkatkan motorik kasar anak melalui permainan jaring laba-laba pada kelompok B TK Pamardi Siwi Batang. Jurnal Paudia, 4(2), 9–18. https://doi.org/10.26877/paudia.v4i2

Nurhidayah, A., Resviani, R., & Susanti, S. (2024). Setting desain lingkungan belajar outdoor dalam meningkatkan perkembangan motorik anak. JIPG (Jurnal Ilmiah Profesi Guru), 5(2), 166–173. https://doi.org/10.30738/jipg.vol5.no2.a17401

Nurul, H. (2018). Perkembangan motorik halus dan kasar anak usia 4–5 tahun. Jurnal Golden Age, 2(1), 5–14.

Siamah, N., Amalia, R., & Joni, J. (2024). Upaya meningkatkan fisik motorik kasar anak usia 5–6 tahun melalui permainan jump zig-zag. Jurnal Pendidikan Tuntas, 2(2), 9–15. https://doi.org/10.37879/jpt.v2i2.398

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Thulhusna, V., & Damri, D. (2020). Meningkatkan keseimbangan tubuh melalui papan titian pada siswa tunagrahita ringan. Journal of Multidisciplinary Research and Development, 2(4), 9–15. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i6.1858

Wibowo, J. W., & Pratikno, H. (2025). Gangguan terlambat bicara pada anak usia dini (speech delay). Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 58–65. https://doi.org/10.47861/khirani.v3i1.1529

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.

Downloads

Published

31-12-2025

How to Cite

Rohmatika, F., Ifadah, A. S., & Lilawati, R. (2025). Perkembangan Motorik pada Anak Speech Delay. Journal of Education Research, 6(4), 1267–1272. https://doi.org/10.37985/jer.v6i4.3102

Issue

Section

Articles

Categories